Chika's story

Chika's story

Rabu, 26 Agustus 2015

ingatkah bu?

dulu, saat aku masih berseragam sekolah, aku tidak pernah sampai seperti ini. menangis mendengar takbir berkumandang. aku tak pernah seharu ini mendengar suara azan yang begitu terdengar merdu. aku tak pernah sedekat ini sampai setiap saat ku peluk tubuh ibuku dan selalu hatiku terasa berat jika aku melanggar larangan ayahku. yaa, mereka lah orang yang sangat berarti dalam hidupku. mereka adalah raja dan putri diistana kecilku.

Mereka yang pertama mengajariku membaca dan menulis juga berhitung. mereka yang dengan sabar mengajariku berulang-ulang..
Saat aku susah untuk makan, ibu selalu membujukku dan menuruti kemauanku hanya agar aku mau memakan makanan yang sudah Ia buat.
Saat aku susah untuk bangun pagi dan berangkat kesekolah, ibu yang membangunkan ku dengan lembut dan selalu katakan "kesekolah yuk sayang, nanti dikasih bintang dari bu guru".
mendengar hal itu terucap saja hatiku sudah sangat senang.
Ibu, masih banyak hal yang tidak pernah aku lupa bersama ibu. ibu masih ingatkan setiap ibu pulang kerja ibu tidak pernah absen membawakan ku makanan dan aku selalu menunggu ibu pulang..

saat aku masuk kebangku sekolah dasar, ibu dan ayah sampai tidak masuk kerja hanya untuk mengantarkan ku sampai pintu gerbang sekolah dan aku tau ibu seringkali melirik dan memperhatikanku di dalam kelas dari balik jendela..
saat malam, aku tau ibu lelah. ibu sudah lelah seharian bekerja tapi ibu masih mengajakku dan membujukku untuk mengulang pelajaranku disekolah.
dan ibu juga tidak pernah lupa untuk menanyakan ku setiap malam tentang bagaimana keadaan disekolah hari itu.
bu, aku pun masih ingat saat pagi-pagi buta ibu sudah memasak menyiapkan bekal untuk kusekolah padahal aku tau ibu masih mengantuk dan harus mengurusi yang lain.
bu, saat aku mulai menghabiskan waktuku untukku bbermain bersama teman-temanku, aku tau ibu sangat khawatir jika aku lepas dari pandanganmu. aku tau sebenarnya ibu tidak ingin aku jauh dari ibu.

bu, ketika aku mulai berseragam putih biru, ingatkah ibu aku meminta untuk dibelikan handphone tetapi ibu selalu berkata " nanti ya sayang tunggu kamu kelas 3". bu, aku tau ibu tak ingin aku memusatkan fikiranku pada handphone yg ibu belikan. aku tau ibu selalu melarangku untuk kebaikan ku juga.
bu, saat teman laki-lakiku mengantarkan ku pulang, mengapa ibu mengintip dari balik jendela dan hanya membuka pintu sedikit saja. aku tau ibu ingin melihat sebentar siapa laki-laki yang mengantarkan aku pulang. dan ibu keluar lalu bertanya dimana rumah teman laki-laki ku kan bu...
ibu tentu tidak pernah lupa saat aku mulai jarang berada dirumah bahkan hari libur pun aku diluar rumah hanya sekedar kerja kelompok bersama teman-temanku.
bu, aku sangat masih mengingat semua yang telah berlalu saat aku dan ibu mulai tidak punya sedikit pun waktu dirumah dan selalu bersama teman-teman ku.

ibu, saat aku mulai masuk ke masa remajaku dan aku berumur 15 tahun, aku merasa sudah sangat sibuk dengan segudang rutinitasku disekolah. bahkan aku selalu mengahabiskan banyak waktuku disana sedangkan sebenarnya aku tau ibu menungguku pulang kerumah dan bercerita seperti dulu saat aku di sekolah dasar.

bu, masih ingatkah ibu tentang itu semua?

kini aku sudah dewasa bu, umurku sudah memasuki 19 tahun dan tahun depan aku sudah kepala dua. sudah banyak hal yang ingin aku rasakan dan aku jalani. sudah banyak impian yang ingin aku capai. tapi bu, saat ini.. aku tidak ingin membuang waktuku tidak bersama ibu. aku tidak ingin melewati saat saat bersama ibu.

Dampingi aku terus ya bu, hingga ibu bisa melihat aku pakai toga dan hidup bahagia ..

27 agustus 2015

Pagi ini, aku bangun sangat pagi. tidak seperti biasanya. tapi juga hal ini pernah aku lakukan setahun yang lalu.
perasaan gundah gelisah yang menyelimuti diriku lusa lalu akhirnya berhasil ku sembuhkan.
ibu, dan hasanah juga ningrum tidak hentinya memberiku pelajaran demi pelajaran yang sekejap menyadarkanku.
aku terlena lagi,
aku sudah terlalu jauh terbawa alur kembali..
aku sudah hampir melanggar komitmenku,
aku mulai tak bisa kendalikan emosi, aku kesal.. aku pun menangis.
aku diam,, aku pun merasa kesedihan itu bersama dekap tubuhku.
aku sadar, aku tidak bisa terus seperti ini.
ku akui aku memang harus melupakan rasa gelisah dan cemas yg ada dalam fikiranku.
mengapa aku seperti ini lagi? mengapa aku merasakan gelisah lagi dengan hal yang sama?
mengapa aku begitu berharapnya, sampai aku tidak memikirkan kejadian terburuk yang entah akan terjadi suatu saat nanti.
ya, aku benar-benar sedang buta dan terlena.
aku sudah keluar jalur.
bantu aku untuk terus kembali, aku tidak ingin merasakan rasa gelisah yang sangat hebat ini.
aku tidak ingin mimpiku goyah dan impian yang sudah aku rencanakan hilang tak ku fikirkan.
aku harus bisa, yaaa aku harus bisa melewati ini.
aku yakin, aku sangat yakin. cobaan yang aku alami adalah pendidikan yang tuhan berikan untuk menguji.

Kisah Kasih

hidup dengan bahasa

aku belajar, untuk mengetahui apa yang belum pernah aku pelajari dan aku ketahui. aku bertanya, tentang apa yang tidak pernah aku tanyakan ...