Chika's story

Chika's story

Rabu, 27 Agustus 2014

ini hidupku

baru kemarin rasanya aku meminta uang saku yang tak pernah cukup kepada ibu, merengek meminta dibelikan apa yang aku butuhkan kepada ayah. kini, umurku sudah bukan remaja lagi. aku sudah dewasa, 2tahun lagi pun aku akan kepala 2. susah senang,sulit mudah,suka duka yang aku rasakan masa sekolah tak seberapa dengan yang akan aku rasakan mulai hariini.
hariini adalah hari pertama aku menjadi guru mengaji anak kecil yang masih duduk dibangku sekolah dasar. hariini dimana aku belajar banyak dari apa yang telah ku jalani. sabar menghadapi, kuat dalam menyelesaikan, dan menikmati apa yang sudah aku pertanggung jawabkan. bukan uang yang aku cari, tapi banyaknya pengalaman hidup yang ingin aku dapatkan juga ilmu yang ingin ku berikan untuk adik adik kecilku yang belum mengenal huruf ataupun kata. hari hariku akan sering bersama anak kecil yang usianya jauh dari usiaku.waktu liburku sudah pasti akan ku manfaatkan untuk beristirahat sebelum Allah yang menegurku.
beberapa hari lagi, aku sudah mulai masuk kuliah pertama. memiliki teman baru,lingkungan baru,suasana baru,dan prioritas yang berbeda. pagi sampai siang sudah pasti akan ku habiskan di kampus, sore harinya ku kembali mengajar adik adik kecilku mengaji. dan saat malam tiba akan ku sempatkan untuk mengulang apa yang telah aku pelajari pagi itu.
aku suka hidupku yang seperti ini, aku senang menjalani semua ini. aku pun bangga dengan apapun yang telah aku kerjakan sekecil apapun itu.
tidak pernah aku merasakan bahwa aku sendiri karna tak ada pria yang memilki hubungan lebih denganku, aku tidak pernah merasakan sendiri karna aku memiliki keluarga yang sangat mensupport dan menjadi obat saat lelah menusuk dalam tubuh dan fikiranku. Aku percaya dan aku yakin, Allah selalu bersama aku dan selalu bersama mimpi juga harapanku.
tidak usah takut sendiri,lihatlah matahari walau sendiri tapi tetap bersinar.
im free to do anything,

Sabtu, 09 Agustus 2014

sudah cukup

samar, aku tak bisa melihatnya dengan jelas,
penuh rasa, aku tak bisa merasakan apa yang ada dalam fikirku.
berbeda, kini semua terasa sangat berbeda
hitam, aku berada di ruang gelap. tolong aku ! beri aku setitik cahaya saja.
suka, apa aku harus menyukai apa yang sebenarnya tidak ku suka?
mengapa semua seperti ini?
aku berada diruang yg sangat gelap,
tak ku temukan setitik cahaya sedikitpun
aku butuh teman disampingku
aku butuh penerang untukku melangkah
rasanya ini membuat ku takut
rasanya ini membuat ku sepi 
aku ingin hilang sebentar saja, tidak lama 
aku ingin pergi sejauh mungkin, tapi aku akan kembali 
inilah hal yang paling tidak kusukai 
mengapa aku merasakan hal ini lagi?
risau menyelimuti hati dan fikiranku 
ingatanku penat mengubur ingatan yang sangat berkenang, saat itu 
ya,saat itu.hanya saat itu , dan kini semua sudah menjadi masa lalu 
rasanya ingin ku kubur dalam dalam, semakin dalam dan sangat dalam
agar tidak akan mudah mendekatiku lagi .
sudah, cukup, aku lelah 
aku punya mimpi yang harus ku dapati 
aku punya ibu dan ayah yang harus ku banggakan
aku pun punya adik yang harus selalu ku fikirkan lebih melebihi memikirkan hal ini 
mengapa harus ada pertemuan jika akhirnya akan dipisahkan?
itu hanya membuat kebahagiaan datang sesaat padaku 
itu hanya buat ku takut saat ku dapati cinta kembali 
tuhan, bantu aku keluar dari sini.
aku ingin bahagia dan kutemukan bahagia yang sesungguhnya..

Kisah Kasih

hidup dengan bahasa

aku belajar, untuk mengetahui apa yang belum pernah aku pelajari dan aku ketahui. aku bertanya, tentang apa yang tidak pernah aku tanyakan ...